If Only (Gil Junger, 2004)
Setelah sebelumnya ketiduran nonton Metropolis (1927) akhirnya saya memutuskan nonton film yang ringan-ringan saja dan kadang saya memang suka menghibur diri dengan sesuatu yang romantis-romantis. Haha. Tapi ternyata otak sulit diajak kompromi, film ini begitu menyangkal logika dan sangat klise. Jadi ceritanya, Ian seorang pria yang begitu sibuk dengan pekerjaannya diberi satu kesempatan untuk mencintai dengan benar kekasihnya Samantha sebelum wanita yang tidak punya selera humor itu meninggal. Maka Ian pun memanfaatkan 1 hari itu dengan sebaik-baiknya dan melakukan begitu banyak aktivitas yang tidak mungkin dilakukan dalam 1 hari.
Selain tidak logis film ini juga mudah ditebak endingnya. Meski begitu film ini dipompa dengan begitu banyak melankolia sehingga membuat cukup persediaan galau kamu untuk 1 hari. Direkomendasikan untuk orang malas berpikir yang hanya mencari cara untuk menangis dan mungkin fans beratnya Jennifer Love Hewitt.
Imdb: 7.0/10
My Score: 7.5/10
-
placeboeffectkam liked this
-
tumblrwhisperer reblogged this from dondyarizona
-
frankylgirl liked this
-
toinfinityandbeyoooond reblogged this from dondyarizona
-
dondyarizona posted this










