The Perks of Being a Wallflower by Stephen Chbosky

I just know that another kid has felt this. This one time when it’s peaceful outside, and you’re seeing things move, and you don’t want to, and everyone is asleep. And all the books you’ve read have been read by other people. And all the songs you’ve loved have been heard by other people. And that girl that’s pretty to you is pretty to other people.

Buku ringan yang lebih manis daripada segala postingan anak gaul Tumblr. Bercerita tentang Charlie remaja rapuh yang baru saja masuk SMA dan ditinggal mati bunuh diri sahabat satu-satunya. Charlie adalah seseorang yang disebut sebagai ‘wallflower’, yaitu orang yang lebih suka memperhatikan orang-orang di sekitarnya tanpa mau berpartisipasi dalam kehidupan itu sendiri. Ia sentimentil, sensitif, introspektif, pemalu, introvert, emosional, ia begitu rapuh sehingga perlu untuk berbicara dengan psikiater secara rutin. Buku ini ditulis dengan format surat-surat yang ditulis dan dikirimkan Charlie ke orang asing yang tidak ia kenal berisi tentang curhatan dan keluh kesahnya. Mungkin buku ini akan terasa terlalu sentimentil, tapi tidak untuk saya yang memang menghabiskan hidup menjadi seorang ‘wallflower’ juga. Layak baca sebelum menonton filmnya yang sebentar lagi rilis dan disutradari oleh Chbosky juga. (Yang menggembirakan, Sam akan diperankan oleh Emma Watson! Cocok dengan bayangan saya tentang tokoh itu.)