ada
Ada yang selalu cemburu pada perak-perak hujan
pada cemara yang terlalu lelap
dalam tiap perjumpaan antara awan dan ajalnya.
Ada yang selalu tergugah pada silau lampu
sehingga tersadar akan apa yang lari dan terlepas
tanpa kenangan pernah mencatat namanya.
Ada yang membisu di sudut ruangan
meraba gerak cuaca yang melintas di lembab jendela
menyiapkan seberkas kerinduan yang terlanjur mengguyurnya
tanpa tinta pernah menangkap sajaknya.
Ada yang tersisa di ujung bibirmu
sepatah kata terhilang jejaknya
bersama malam dan angin yang menertawakan maknanya.
- Sepertinya di Purwakarta, sepertinya di bulan Oktober, sepertinya tentang kamu.










